Teori Atau Praktek ?
Hehehehe, setelah membaca buku The Power Of Kepepet mungkin anda akan merasa lebih Pede untuk langsung praktek menjadi enterpeneur tapi jangan sampe over dosis juga nanti malah stres
.Belakangan ini saya sibuk ngurusin UTS atau Ujian Tengah Semester dan saya belajar bareng teman setiap malam sampai jam 9, jadi sore ga belajar dong ? hehehe ga juga kan bisa nyari rangkuman di internet. Kembali ke pembahasan, apakah anda senang teori ? sebagian mengatakan, “Jelas dong kan teori itu penting” dan ada juga yang mengatakan, “teori itu sebagian dari sukses jadi ga usah dilebay-lebaykan lah” :hulahula:.
Atau anda senang praktek, ada yang bilang, “Praktek itu yang utama dong !” ada juga yang bilang, “Praktek urusan belakangan bro”. Untuk menjadi entrepreneur yang baik maka berilah porsi pada teori 50 dan praktek 50. Jadi untuk menjadi entrepreneur jangan hanya ngomong tapi praktek juga dan jangan terlalu banyak praktek tapi ga tau teori yang dipraktekkan itu, kalo ditanya sama orang tentang teori ? bisa berabe
.
Teori dan Praktek menurut saya saring berhubungan, kenapa ? karena tanpa tahu teorinya kalo ga ada nyali ya kapan mau praktek (baca:sukses) dan kalo praktek tapi ga tau teorinya, apa kata wartawan kalo pengen wawancara. Dan tugas seorang entrepreneur adalah menyeimbangkan kedua kubu tersebut dan raihlah kesuksesan
.
Namun, pasti ada saja yang mengandung kaki kita untuk jadi sukses. Yap, sebagai entrepreneur ktia harus bisa mengambil hikmah dari setiap sandungan yang membuat kita jatuh, eitz, bukan hanya untuk entrepreneur saja calon entrepreneur juga harus bisa bangkit dari keterpurukan. Kunci utama menjadi entrepreneur adalah selalu mendapatkan pengalaman yang bisa dibagikan dan juga bisa dijadikan sebagai bahas pembelajaran diri sendiri agar tidak tersandung di batu yang sama. Kalo kesandung di batu yang sama kapan mau nyampe ke tempat tujuan
.
Untuk lebih mudah menjadi entreprenur, anda bisa mencari seorang mentor yang sudah berpengalaman. Emang ada mentor abal-abal ? hehehe bukan abal sih, cuma ada juga mentor yang sukses dari berbicara ada juga yang sukses dulu baru berbicara (baca deh buku The Power Of Kepepet halaman 114), dan dari situ anda bisa menjadi seorang entreprenur. Kan lebih hebat belajar dari awal sendiri dan mengalami banyak kegagalan (kegagalan kan buat belajar) hehehe jangan salah paham dulu soal kegagalan, kegagalan koq dibaggain emang mau belajar terus, kapan mau buka usaha kalo belajar terus. Silakan saja belajar sendiri tapi tanggung resiko sendiri dong, jangan nyalahin saya ya kalo gagal terus n akhirnya bunuh diri seperti nasabah Century Bank
.
Dan, sebagai penutup. Jangan pernah puas dan jangan pernah berhenti untuk berinovasi. Bikin mouse aja berkembang kenapa bisnis kita engga. Kan mouse lebih kecil dari bisnis kita, masa’ kalah sama mouse segede tangan. Inovasi baru yang ditunggu konsumen yang akan berbuah menjadi pundi-pundi uang seorang entrepreneur. Dan jangan pernah mengukur kesuksesan dari uang sudah ada di dompet kita, tapi ukurlah kesuksesan itu dari diri anda sebelumnya, yang dulunya anda tidak bisa mengetik sepuluh jari sekarang udah bisa dua puluh jari itu juga sebuah kesuksesan dan semua itu butuh proses. Nikmati prosesnya maka anda akan mendapat ilmu dari situ. Dan satu hal lagi, kegagalan bukan berarti kiamat selama hayat masih dikandung badan maka jangan pernah menyerah mencari kesuksesan itu hehehehe. Jangan pernah banyak teori tapi prakteknya 0 dan jangan banyak praktek kalo teori 0
.

53 comments
Salam super-
Salam hangat dari pulau Bali-
pilih praktek lah…
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 8th, 2010 at 2:41 pm
@andry sianipar, waduh udah ada komeng aja. padahal baru di tulis tadi wkwkwkwk
[Reply]
iya neeh,, kecepetan ya?
kalau begitu pilih praktek yang di teorikan
dan pilih teori yang dipraktekkan.
setuju ?
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 8th, 2010 at 6:44 pm
@andry sianipar, setuju
[Reply]
ali mustika sari Reply:
March 10th, 2010 at 7:59 am
@andry sianipar, Setujuuuuuuu
[Reply]
teori tanpa praktek tidak akan ada hasilnya dan praktek tanpa teori hanyalah akan sia-sia…
oia, bole minta tolong gak sob?
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 8th, 2010 at 6:46 pm
@MetaHarry, bantu apa nih ?
[Reply]
MetaHarry Reply:
March 8th, 2010 at 7:05 pm
@Arief Rizky Ramadhan, kalo pengen ada emoticon yoyo di posting editor kaya punya arief gimana caranya ia?
tolong ia…
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 8th, 2010 at 7:21 pm
@MetaHarry, khusus wordpress sob
[Reply]
MetaHarry Reply:
March 8th, 2010 at 9:41 pm
@Arief Rizky Ramadhan, ou, jadi gak bisa ia sob…
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 8th, 2010 at 9:52 pm
@MetaHarry, iya.. makanya ngeblog di wordpress aja
[Reply]
teorinya sih artikel disini posting jam 6 pagi, tapi prakteknya sekarang lain ya
jadi kagak bisa pertamax lagi neh kayaknya
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 8th, 2010 at 7:21 pm
@Ahmad Subandono, wkwkwkwk biar pada nongkrong di bebegendut buat ngantri pertamax
[Reply]
ali mustika sari Reply:
March 10th, 2010 at 8:00 am
@Arief Rizky Ramadhan, di sabet orang mas..sabar…
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 10th, 2010 at 11:41 am
@ali mustika sari, wkwkwkwk kesambet atau disambet ?
[Reply]
waduh 20 jari?……..ga sopan itu

yap kalo menurut saya seorang enterpreneur [bener ga tulisannya?] harus memiliki balance…..tapi saya merasa teori langsung praktek lebih asik….
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 8th, 2010 at 7:21 pm
@ghe, salah tuh entrepreneur yang bener
[Reply]
ghe Reply:
March 8th, 2010 at 9:26 pm
@Arief Rizky Ramadhan, jiah maafkan saya…next time bener dah
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 8th, 2010 at 9:53 pm
@ghe, wkwkwkw oke deh
[Reply]
saya suka teori yg praktis saja
trus langsung praktek
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 8th, 2010 at 8:45 pm
@Iwan Kus, setuju ane
[Reply]
suarakelana Reply:
March 8th, 2010 at 10:21 pm
@Iwan Kus, kalo saya seneng praktek yg teoris aja
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 9th, 2010 at 6:22 am
@suarakelana, good
[Reply]
setuju… teori N praktek memang erat hub`nya…
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 8th, 2010 at 9:53 pm
@iiN, yoha…
[Reply]
btw, entrepreneur tuh apa sih bro? maklum msih katro’ saya.. hehe…
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 8th, 2010 at 9:54 pm
@arsumba, kalo yang saya dapat dari wikipedia, entrepreneur itu wirausahawan
[Reply]
andry sianipar Reply:
March 9th, 2010 at 7:45 am
@Arief Rizky Ramadhan, Entrepreneur sebenarnya bukan kata “Benda” tetapi kata “sifat”, yang menjelasakan seseorang dengan kemampuan berusaha dan memiliki kreativitas yang tinggi.
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 10th, 2010 at 11:42 am
@andry sianipar, terima kasih ilmunya
[Reply]
harus slalu bawa timbangan neh…biar slalu 50:50
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 9th, 2010 at 6:20 am
@suarakelana, wkwkwkwk lebay mode on
[Reply]
Teori tanpa praktek hanya akan menghasilkan angan-angan.
Praktek tanpa teori hanya akan menghasilkan teori baru.
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 9th, 2010 at 6:20 am
@Peluang Bisnis | Ricky, beuuh yang gini ane setuju.. mantap
[Reply]
kalo belum banyak ilmu, boleh praktek, tapi jangan langusng ngotot dan belagu..
kalo udah banyak ilmu, jangan lupa praktek, biar gak lapuk dan tidak teruji ilmunya…
gimana lumayan cerdas gak jawaban ku ???
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 9th, 2010 at 6:21 am
@Khalid Abdullah, bukan lumayan tapi jenius
[Reply]
Khalid Abdullah Reply:
March 10th, 2010 at 8:07 am
@Arief Rizky Ramadhan,
[Reply]
wah blom baca tuh bukunya, kayanya bagus ya rif…
teori yang menciptakan praktek atau praktek yang menciptakan teori??
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 9th, 2010 at 6:21 am
@Triagung.com, baca aja mas dijamin mantap
[Reply]
Praktek dan teori memang harus sinergis. Mengenai perbandingannya trgantung situasi dan motifnya.
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 9th, 2010 at 6:22 am
@Umar Puja Kesuma, berarti harus lihat sikon (situasi dan kondisi)
juga ya
[Reply]
Ilmu tanpa praktik, bagai pohon tak berbuah. Praktik anpa ilmu (teori), bagai pohon tak beraka :-)
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 9th, 2010 at 6:22 am
@Vidzas Erdien| Gara-Gara Candradot.com …., mantap
[Reply]
memisahkan teori dan praktek sama artinya memisahkan ayam dan telornya.
sebenarnya masing-masing sudah ada “jatahnya”. teori dengan pandangan yang ideal, runut, teratur dan menawarkan sebuah kemudahan.
sedangkan praktek, lebih mengutamakan nyali, adaptasi, uji coba, dan pembiasaan untuk melakukan sesuatu hal.
dan jika sudah dilakukan dan di pelajarai. antara teori dan praktek, maka nantinya kedua item ini akan menyatu, berkolaborasi dan menciptakan ide-ide baru.
gitu dulu komengku Juragan Arief
[Reply]
andry sianipar Reply:
March 9th, 2010 at 12:05 pm
@fadly muin, mantabbb banget mas,,,
saya setuju banget dach…
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 10th, 2010 at 11:46 am
@fadly muin, terima kasih komengnya mas fadly
[Reply]
teori kadang membosankan,,
..
tetapi kalo langsung praktek kita bisa” kita kebingungan kayak monyet ini
jadi ngah-ngoh…
tapi emang palik enak teori sambil praktek…
pasti lancar…
dapet duit juga lancar..
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 9th, 2010 at 5:01 pm
@First Ryan, wkwkwwk monyetnya banyak mas n ready stock semua silakan dipilih-dipilih sayang anak sayang anak wkwkwkwk bercanda
[Reply]
Setelah dapat teori ya dipraktekan..jangan kebanyakan teori aja..
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 10th, 2010 at 11:46 am
@ali mustika sari, naah yang gini nih ane setuju
[Reply]
Teori penting,tapi jangan kebanyakan teori gak praktek2..hasilnya nihil…buku resep dibanyakin tapi g masak2…ya gak makan…!!!
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 10th, 2010 at 11:52 am
@Chaya jie, bu tum yang masak mak
[Reply]
ah teori :) ngk lagi becanda. Nice post sob
[Reply]
Arief Rizky Ramadhan Reply:
March 11th, 2010 at 1:44 pm
@Wireless Laptop Computer, hehehe terima kasih
[Reply]
Leave a Comment